Saturday, June 3, 2017

Kenapa Ketupat Menjadi Simbol Lebaran Idul Fitri

Cukup menggelitik emang judul artikel kita kali ini, yakni Kenapa hari raya Idul Fitri atau yang biasa kita sebut lebaran erat hubungannya dengan ketupat, bahkan bisa dibilang ketupat sudah menjadi simbol dari lebaran.

Sebelum saya ke inti tema kita kali ini, penulis pengen sedikit bcanda dengan para pembaca, Kenapa ya yang dijadikan simbol lebaran itu ketupat, kan banyak hidangan atau snack lebaran yang lainnya, opor ayam misalkan, nastar, rendang, atau bahkan roti KHO**AN .. iyakan .. hehe .. siapa yang tak kenal roti tersebut, dari ujung Pulau Natuna sampai Papua juga tau roti ini (mungkin) .. becanda ya guys.

Jadi kenapa harus ketupat, bikin nya aja repot, harus siapin daun kelapa trus dianyam masaknya pun lama, padahal kan sama aja nasi putih sama sama dari beras masaknya juga lebih simple.

Sekalipun jaman sudah maju, saya rasa ketupat sebagai simbol hari raya Idul Fitri tidak akan pernah tergantikan, kenapa kok bisa ? ya karena makna dan nilai sejarahnya yang sangat tinggi.

Emang ada sejarah dan makna nya ya broo ?? .. kirain cuma karena ketupat enak dimakan saat acara ngumpul ngumpul gitu aja ..??

Image Source : resepqu.com


Ya itu juga bisa, tapi itu cuma salah satu alasan kecil selain makna aslinya, kalau emang enak dimakan saat pas ngumpul, kenapa ga selalu buat ketupat tiap pas ngumpul .. he he he

Inilah Asal usul kenapa ketupat menjadi simbol lebaran Idul Fitri, Pada Jaman Dahulu pada masa para wali, salah satu wali kita yakni KANJENG SUNAN KALIJAGA yang memperkenalkan ketupat sebagai hidangan khas hari raya idul fitri walaupun sebenarnya ketupat itu sudah ada sebelum masa keIslaman di Nusantara, Kanjeng Sunan Kalijaga adalah Wali yang Asli keturunan pribumi dan terkenal berkesenian tinggi Beliulah yang memadukan Unsur Islami dengan budaya Nusantara yang sebelumnya sudah ada, dengan tujuan masyrakat lebih mudah menerima ISLAM yang notabene ajaran baru di tanah jawa pada masa itu.

KETUPAT kalau orang jawa bilang adalah KUPAT, dan KUPAT memiliki arti (Ngaku Lepat / Mengaku Salah), jadi Kanjeng Sunan mau menyampaikan bahwa Idul Fitri adalah saatnya kita kembali kefitrahnya sebagai manusia yang bersih, dengan cara saling bersilaturahmi dan bermaaf an mengaku salah, seperti ketupat luarnya terbungkus anyaman yang kuat tapi setelah dibuka dalamnya berisi beras yang putih bersih.

Kesimpulannya adalah Ketupat merupakan karya seni yang memiliki sejarah dan makna yang sangat tinggi, jadi sudah sangat tepat Kanjeng Sunan mempresentasikan Idul Fitri atau lebaran itu dengan simbol ketupat dan bukan yang lain.

Terima Kasih buat teman teman yang sudah mau mampir di blog kami, untuk saran dan kritik silahkan isi di kolom komentar.

Semoga Bermanfaat


EmoticonEmoticon